Kata “pensiun” menjadi momok yang
menakutkan bagi sebagian orang. Alasannya, mereka khawatir tidak bisa
lagi hidup layak seperti saat mereka masih produktif bekerja.
Kekhawatiran itu sebenarnya bisa ditepis dengan cara merencanakan
pensiun sejak sekarang. Malah, hampir seluruh perencana keuangan
(financial planner) menyarankan agar hal itu dilakukan sedini mungkin,
sejak usia masih muda. Sayang, kebanyakan masyarakat baru menyadari
pentingnya perencanaan pensiun ketika masa itu sudah dekat.
Tentu, siapa pun ingin agar saat pensiun bisa hidup memadai dan
kualitas hidup tidak menurun. Nah, pertanyaannya, bagaimana merencanakan
pensiun dan pada instrumen investasi apa saja kita mengembangbiakkan
dana untuk persiapan pensiun agar target pensiun bisa sesuai dengan
harapan?
Banyak dari kita yang lupa akan kebutuhan keuangan jangka panjang ini.
kebutuhan ini semakin hari semakin mahal saja, diakibatkan dua hal.
Pertama adalah kita hidup semakin panjang, di mana kita mungkin akan
menghabiskan waktu 20-25 tahun setelah kita memasuki masa pensiun (usia
55) dan kita juga semakin lebih aktif.
Kedua, dan ini yang mengakibatkan kita warga Indonesia harus
menyiapkannya karena tidak semua perusahaan memberikan benefit pensiun
(bagi yang bekerja di perusahaan swasta). Bagi Anda yang bekerja di
perusahaan pemerintah, pernahkah Anda menghitung berapa yang akan Anda
dapat di masa pensiun nanti? Dari beberapa informasi yang pernah kami
dapat, nilainya sangat kecil sehingga kita sebagai individu harus
menyiapkannya secara mandiri.
Permasalahan kembali timbul karena sebagai besar masyarakat Indonesia
kurang memahami persoalan investasi. Kami merasa berkewajiban untuk
berbagi pengetahuan dan pengalaman agar kehidupan keuangan di masa
pensiun yang akan kita jalani terbebas dari masalah.
Jadi dapat disimpulkan bahwa menyiapkan kebutuhan masa pensiun yang kita
idam-idamkan adalah tanggung jawab kita masing-masing. Kita harus
melakukan sesuatu. Anda semua adalah arsitek bagi keuangan masa depan Anda masing-masing.
Menetapkan Tujuan Pensiun
Perencanaan pensiun yang efektif dimulai dengan mengidentifikasikan dan
memprioritaskan tujuan pensiun. Kebutuhan masa pensiun sangat
dipengaruhi oleh gaya hidup yang diinginkan. Misalkan, selama masa
pensiun Anda ingin melakukan berbagai perjalanan wisata, membeli rumah
untuk masa pensiun di luar negeri, atau bahkan memulai karir kedua atau
memulai bisnis wiraswasta.
Secara umum bagi mereka yang sudah mendekati masa pensiun, 70-90% dari
gaji akhir sebelum memasuki masa pensiun merupakan tujuan keuangan yang
sebaiknya Anda miliki selama masa pensiun. Misalkan, gaji Anda adalah Rp
80 juta setiap tahunnya, paling tidak penghasilan yang seharusnya Anda
miliki setiap tahunnya selama masa pensiun adalah sebesar Rp 56 juta–Rp
72 juta.
Tapi, bagi mereka yang masih berusia muda, misalkan 20 tahun atau 25
tahun akan sulit untuk bisa memperkirakan hal ini. Sebagai acuan awal,
minimal alokasikan 10-15% dari pendapatan kotor Anda setiap bulannya
untuk kebutuhan masa pensiun ini. Ingat, monitor perkembangannnya secara
berkala dan revisi bila memang dibutuhkan.
Bagi Anda yang masih muda, kami sangat menyarankan agar Anda
memprioritaskan kebutuhan masa pensiun ini. Beberapa kebutuhan keuangan
mungkin masih dapat Anda pinjam, seperti membeli rumah atau mobil. Kalau
kebutuhan, pensiun Anda tidak bisa meminjamnya. Anda harus
menyiapkannya sendiri.
Kebutuhan Menabung Regular
Langkah terpenting dalam mencapai kebutuhan tersebut, yaitu
menabung secara regular
untuk mencapainya. Tapi, dengan berbagai kebutuhan lain, mulai dari
yang jangka panjang sampai jangka pendek harus juga kita pertimbangkan,
bagaimana kita dapat menyisihkan untuk kebutuhan yang masih jauh di
sana?
Berapa besar yang harus ditabung secara berkala untuk jangka waktu
tertentu haruslah diperhitungkan terlebih dahulu. Banyak software atau
tools yang bisa Anda pakai untuk menghitung kebutuhan ini. Atau Anda
dapat berkonsultasi pada perencanaan keuangan mengenai hal ini.
Dalam menghitung kebutuhan menabung ini juga harus dipertimbangkan
beberapa hal, seperti adanya pemasukan lain yang bisa menjadi sumber
pendapatan lain selain dari yang akan Anda sisihkan. Misalkan, Anda
memiliki rumah yang sebenarnya bisa Anda kontrakkan. Dengan begitu, Anda
akan mendapatkan tambahan pemasukan dari hasil sewa rumah tersebut,
atau Anda memiliki benefit pensiun dari perusahaan. Hal ini juga harus
masuk dalam pertimbangan kita.
Pertimbangan lain adalah inflasi. Inflasi menggerogoti nilai uang kita,
semakin hari semakin kecil nilai tukar uang yang kita miliki karenanya.
Kebutuhan masa pensiun yang masih relatif panjang, membutuhkan
pertimbangan inflasi dalam perhitungannya. Dalam menghitung akibat
inflasi, lebih baik menggunakan nilai yang lebih tinggi dari pada nilai
yang lebih rendah.
Berapa lama lagi Anda ingin pensiun, juga harus dipertimbangkan. Hal ini
berkaitan dengan jangka waktu yang masih dimiliki untuk melakukan
strategi menabung secara regular.
Pertimbangan terakhir adalah berkaitan dengan investasi, berapa tingkat
pengembalian yang Anda harapkan? Ingat nilai uang Anda tergerus dengan
inflasi sehingga Anda harus melawannya dengan menginvestasikan dana
tersebut dalam investasi yang memberikan tingkat pengembalian lebih baik
dari inflasi.
Pentingnya “Spending Plan”
Perencanaan pengeluaran atau “spending plan” merupakan proyeksi
pendapatan dana pengeluaran keluarga untuk satu masa, misalkan per
tahun. Pembuatan perencanaan pengeluaran merupakan pengumpulan semua
ekspektasi pemasukan setiap bulannya selama satu tahun kedepan dan
ekspektasi semua pengeluaran dalam bentuk tabular.
Ekspektasi pengeluaran sebaiknya dipisahkan antara yang tetap dan tidak
tetap. Dari catatan kedua hal tersebut, hitunglah apakah Anda
surplus atau defisit setiap bulannya.
Dengan informasi ini, Anda dapat memahami pola pengeluaran yang Anda
lakukan setiap bulannya. Dan dengan informasi ini, Anda dapat belajar
untuk mengontrol pengeluaran yang dilakukan setiap bulannya.
Dalam hal ini, perlu kiranya Anda memonitor pengeluaran yang Anda
lakukan karena Anda harus juga menganggarkan untuk kebutuhan keuangan
yang Anda inginkan di masa depan, yaitu kebutuhan masa pensiun. Masukkan
tabungan untuk kebutuhan ini secara regular dalam pengeluaran Anda.
Lakukan alokasi di awal bulan setiap pendapatan diterima. Jangan di
akhir bulan karena seringkali sudah habis untuk kebutuhan-kebutuhan
jangka pendek lainnya.
ìPay yourself first” itulah yang sering kita dengar dari para perencana
keuangan di luar negeri. Kalimat ini dapat diartikan bahwa Anda harus
menyisihkan untuk diri Anda sendiri (yaitu kebutuhan jangka panjang
misalkan pensiun) sebelum Anda membayar untuk orang lain, kartu kredit
misalnya.
Itulah program menabung untuk kebutuhan pensiun. Dan sebaiknya, Anda
juga mengalokasikan pendapatan seperti bonus dan lain-lain (tidak
regular) ke dalam tabungan tujuan pensiun. Karena hal ini akan sangat
membantu pencapaian yang Anda inginkan.
Struktur Portofolio atau Diversifikan
Tentunya kita pernah mendengar satu kalimat “
don’t put your eggs in one basket”. Apa arti dari kalimat tersebut? Bahwa kita jangan menempatkan semua dana yang kita miliki hanya dalam satu jenis aset saja.
Karena bila terjadi kerugian, kita mengalami kerugian besar. Dari sudut
pandang alokasi aset, kalimat di atas berarti mengurangi risiko
portofolio dengan menambahkan jenis aset lain yang berprilaku berbeda
dengan aset yang Anda miliki dalam portofolio. Hal ini biasa disebut
sebagai diversifikasi portofolio.
Teori diversifikasi didasari oleh kenyataan bahwa nilai beberapa aset
akan naik dan turun secara bersamaan dan beberapa aset lain nilainya
bergerak ke arah yang berbeda. Faktor-faktor independen di luar dari
karakteristik dari sebuah investasi, seperti keadaan ekonomi, politik
dan kejadian sosial bisa mempengaruhi nilai investasi tersebut.
Risiko portofolio tidak dapat dihilangkan secara tuntas, tapi bisa
dikurangi dengan membuat sebuah portoflio yang terdiversifikasi dimana
didalamnya terdiri dari jenis aset yang berbeda-beda dimana nilainya
secara historis bergerak kearah yang berbeda atau bergerak kearah yang
sama tapi dengan perbedaan besar dan kecilnya perubahan yang terjadi.
Konsep inilah sebaiknya Anda gunakan untuk kebutuhan pensiun Anda.
jangan tempatkan hanya pada satu instrumen, tapi alokasikan kepada
beberapa instrument investasi yang memiliki karakteristik yang berbeda.
Satu hal lagi, karena kebutuhan masa pensiun umumnya jangka panjang,
maka tempatkan lebih besar pada instrument yang memberikan potensi
pengembalian yang lebih besar dalam jangka panjang.
Demikianlah ulasan mengenai pentingnya perencanaan pensiun, semoga bermanfaat bagi kita semua.
Rencanakan hidup Anda, hidupkan rencana Anda.
Info lebih jelas Telp/SMS 0852 9957 7640 atau 0857 6319 0781